Warga Kroasia Dapatkan Kerangka Berkepala Alien Di Kroasia
Berita

Warga Kroasia Dapatkan Kerangka Berkepala Alien Di Kroasia

Arkeolog temukan tiga kerangka remaja berusia 1500 tahun pada daerah timur Kroasia, dimana dua salah satunya mempunyai bentuk tengkorak mirip kepala alien.

“Salah satu individu dengan bentuk kepala prima mempunyai DNA yang datang dari Eurasia Barat, individu dengan pergantian bentuk kepala Rajapoker type kranial melingkar tetapi tegak mempunyai DNA yang datang dari seputar Asia Timur, sesaat individu dengan tengkorak memanjang mempunyai DNA Asia Timur,” jelas Mario Novak dari Institute for Anthropological Research di Zagreb, Kroasia.

Bentuk kepala alien yang diketemukan pada dua kerangka remaja itu diberi nama artificial cranial deformation (ACD) atau bentuk deformasi tengkorak yang dikerjakan dengan menyengaja seperti yang tercatat pada jurnal PLOS ONE.

Praktik ini dikerjakan semenjak bayi sebab tulang tengkorak masih lunak. Mereka akan memakai hiasan kepala yang membungkus kepala mereka dengan ketat memakai kain atau material keras seperti kayu.

Baca juga : Semenjak Tahun 1950, Skandal Pelecehan di Gereja Katolik Australia

Disangka adat ini dikerjakan untuk mengisyaratkan status sosial satu orang. Tetapi, beberapa arkeolog tidak temukan artefak dalam pemakaman yang dapat mengutarakan status sosial ke-3 remaja lelaki itu.

“Kami menyangka jika type deformasi tengkorak yang berlainan di Eropa dipakai jadi tanda visual dari asosiasi barisan budaya tersendiri,” kata Novak.

Sampai saat ini, tidak jelas darimanakah asal barisan budaya ke-3 kerangka itu. Walau satu diantara remaja mempunyai DNA Asia Timur yang sangat mungkin dianya adalah seseorang suku Hun. Novak serta team mengharap bisa temukan semakin banyak info tentang praktik budaya ACD di Kroasia.

Proses penggalian tiga kerangka sudah dikerjakan pada tahun 2013 pada situs arkeologi Hemanov Vinograd, Osijek. Saat diketemukan semasing tengkorak dikubur bertepatan dengan bentuk yang berlainan bersama dengan binatang.

Selanjutnya, riset bersambung pada tahun 2014 serta 2017 dengan menganalisa bentuk kerangka memakai cara analisa DNA serta pencitraan radiografi nuklir agar lihat sisi pokok dalam kerangka.

Sebelum wafat ke-3 remaja itu rupanya alami kekurangan gizi, serta disangka adalah korban ritual persembahan kejam. Analisa ungkap jika mereka datang dari tahun 415 serta 560 masehi, yang disebut waktu Migrasi Hebat di Eropa sesudah jatuhnya Kekaisaran Romawi.

Pada saat itu banyak beberapa orang dari daerah seputar benua Eropa yang lakukan migrasi, hingga berlangsung perubahan populasi serta akulturasi budaya. Momen itu jadi basic perubahan beberapa negara Eropa modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *