RI Bakalan Tuntut Uni Eropa ke WTO Atas Harga Import Biodiesel
Berita

RI Bakalan Tuntut Uni Eropa ke WTO Atas Harga Import Biodiesel

Menteri Koordinator Sektor Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan Indonesia bakal menuntut Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) atas peraturan harga bea masuk import untuk biodiesel.

Awal mulanya, Komisi Uni Eropa udah memberitakan pungutan bea masuk anti bantuan sebesar 8 hingga 18 prosen untuk import biodiesel asal Indonesia. Pengenaan bea masuk sebagai perbuatan perlawanan dari Uni Eropa atas bantuan yang dianggap tak adil dari Indonesia.

” Semestinya akan berproses, ada yang lewat WTO juga protes lainnya, ” ujar Airlangga, Rabu (11/12) Sayangnya, Airlangga belumlah juga dapat menerangkan kapan seumpamanya tuntutan itu bakal dikirimkan. Begitu halnya komunikasi yang sekarang ini tengah dijalin oleh ke-2 pihak perihal peraturan pengenaan harga bea masuk import biodiesel dari Uni Eropa itu.

Gak cuma lewat WTO, dia menjelaskan Indonesia peluang akan juga membicarakan ini dalam Persetujuan Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia serta Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). ” Semestinya jadi sisi yang diungkapkan, kan tak dapat mereka ambil peraturan sejenis itu, ” ujarnya.

Baca juga : TIDAK CUMA ‘MEREK TITO’: BAGAIMANA LEVI’S TANGKAP PASAR MUDA, ‘BERUBAH-UBAH’

Meski bakal menyampaikan, akan tetapi Airlangga menyaksikan peraturan harga baru dari Uni Eropa hakikatnya akan tidak beresiko banyak untuk kemampuan export Indonesia. Dikarenakan, realisasi import biodiesel dari Tanah Air ke Benua Biru sesungguhnya tidak terlalu.

” Kita sudah kurang export biodiesel (ke Uni Eropa) . Namun semestinya ini berubah menjadi catatan kami kalau Uni Eropa bertambah ketat buat biodiesel, ” ujarnya. Di lain bagian, menurut dia, Indonesia mesti dapat ambil peraturan lain yang terus dapat meyakinkan kalau biodiesel dalam negeri dapat diserap. Satu diantaranya lewat program mandatori biodiesel 30 prosen (B30) yang bakal dipraktekkan per 1 Januari 2020.

” Indonesia dengan menempatkan B30, karenanya kami tak usah export ke Eropa. Kepentingan dalam negeri udah dekati 10 juta kiloliter sendiri, ” terangnya. Sesaat Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengemukakan komunikasi udah dijalin dengan faksi Uni Eropa, akan tetapi pilihan tuntutan hakikatnya masih tetap dicermati. Dikarenakan, menurut dia, pemerintah butuh mempelajari kemampuan export biodiesel ke Uni Eropa lebih dahulu.

” Belum, belum (tuntut lewat WTO) , kelak kami lihat. Kami rundingkan dahulu dengan Uni Eropa, kami bicara bab IEU CEPA, barangkali dalam itu bakal dikupas perihal barusan, ” paparnya.

Meski demikian, Agus berpandangan kalau pengenaan harga bea masuk import biodiesel akan berikan resiko pada nilai perdagangan dari komoditas itu. Akan tetapi, resiko seluruh pada kemampuan export nasional masih tetap disaksikan.

” Ya sesungguhnya dengan semua ragam harga kami keberatan, namanya orang jual atau dagang karena ada harga, bila dapat tak ada harga. Itu manfaatnya kami kerja sama seperti negara partner buat menambah export, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *