Prancis serta Jerman Berbeda Masalah Penetapan Presiden Komisi Eropa
Berita

Prancis serta Jerman Berbeda Masalah Penetapan Presiden Komisi Eropa

Prancis serta Jerman berseteru dalam memastikan alternatif Jean-Claude Jucler jadi presiden Komisi Eropa.

Hasil jajak opini terbaru tidak memihak pada Anggota Parlemen Eropa (MEP) asal Jerman yang difavoritkan, Manfred Weber, walau sebenarnya sudah mendapatkan suport besar dari Kanselir Angela Merkel.

Suport kanselir Jerman untuk Weber, yang pimpin partai Rakyat Eropa, hadapi perlawanan keras dari presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertempuran pasca-pemilihan berkaitan, demikian seperti diambil dari The Guardian pada Selasa (08/09/2019).

Baca juga : Penarikan RUU Extradisi Oleh Pimpinan Hongkong

Kepala negara serta pemerintah Uni Eropa, terhitung Theresa May, direncanakan berjumpa pada Selasa malam untuk mengawali diskusi mereka tentang kepemimpinan lembaga-lembaga blok itu, sesudah rangkaian hasil penentuan yang lemahkan cengkaman partai-partai sentris tradisionil pada tuas kekuasaan megabola99 di Brussel.

Partai Rakyat Eropa (EPP) masih jadi yang paling besar di parlemen, tapi saat malam yang menyedihkan, bangku yang diraihnya turun dari 221 pada 2014 jadi 180, menggerakkan Weber untuk mengaku jika “pusat berkurang”.

Perolehan 191 bangku oleh barisan Sosialis serta Demokrat lima tahun kemarin, turun jadi 145 walau hasilnya mengagetkan di Spanyol serta Belanda, dimana mereka menempati pucuk jajak opini.

Ini ialah kali pertamanya dalam 40 tahun, jika ke-2 barisan tidak bisa membuat sebagian besar yang konstan untuk sangat mungkin mereka memutuskan jadwal legislatif. Pilihan negara anggota untuk presiden komisi memerlukan suport sebagian besar di parlemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *