Lavrov: Sangsi AS Pemicu Berlangsungnya Kericuhan Di Iran
Berita

Lavrov: Sangsi AS Pemicu Berlangsungnya Kericuhan Di Iran

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mempersalahkan kericuhan belakangan ini di Iran pada sangsi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) pada terhadap Teheran. AS mulai kembali menjatuhkan sangsi pada Iran, sesudah Washington menarik diri dari persetujuan nuklir 2015.

“Permasalahan di Iran benar-benar serius, sejumlah besar sebab sangsi AS yang dijatuhkan pada negara itu betul-betul ilegal, sebab Amerika menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran serta berupaya untuk bikin orang lain menerapkannya,” tuturnya waktu bicara di Diskusi Mediterania (MED) di Roma, Italia.

Lavrov, seperti dikutip PressTV pada Minggu (8/12/2019), selanjutnya mencatat jika pola AS, yang ditujukan untuk memprovokasi ketetapan publik di Iran, dipakai di Venezuela. Bila AS ingin melumpuhkan Iran dengan ekonomi serta menyebabkan kekecewaan warga, kami lihat pola seperti itu dipakai di Venezuela. Itu ialah satu skema,” katanya.

Baca juga : Punyai Gagasan Naik Kapal Pesiar, Ini Yang Paling Baik 2019

Pada Mei 2018, AS putuskan untuk mundur Gagasan Tindakan Mendalam Bersama dengan (JCPOA), nama sah persetujuan nuklir, yang sudah disahkan oleh Resolusi 2231 Dewan Keamanan (DK) PBB. Semenjak itu, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump keluarkan sangsi “paling berat” pada Teheran, khususnya membidik export minyak intinya.

Pada pertengahan November, pemerintah Iran menetapkan penetapan bahan bakar minyak (BBM) untuk menahan negara jadi begitu tergantung pada import BBBM di waktu depan, ditengah-tengah sangsi ekonomi AS.

Langkah ini menyebabkan protes di beberapa kota yang sejumlah besar berjalan damai, tapi menjadi kekerasan saat pengunjuk rasa bersenjata ambil keuntungan dari kondisi itu untuk mengakibatkan kerusakan property publik serta negara, serta menyerang masyarakat sipil serta pasukan keamanan.

Teheran sendiri menjelaskan mereka temukan banuyak pengunjuk rasa yang mempunyai jalinan dengan agen mata-mata AS dan kelompok-kelompok teroris, golongan royalis serta separatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *