Airbus Sepakat Bayar Denda Hampir 4 Miliar Dolar Sebab Masalah Suap
Berita

Airbus Sepakat Bayar Denda Hampir 4 Miliar Dolar Sebab Masalah Suap

Departemen Kehakiman AS hari Jumat (31/1) menjelaskan pabrik pembuat pesawat terbang Eropa, Airbus SE, sepakat untuk bayar hampir empat miliar dolar untuk mengakhiri masalah suap dengan negara lain serta tuntutan lain dengan otorita Amerika, Inggris serta Perancis. Ini adalah penyelesaian dengan nilai terbesar untuk masalah seperti ini.

Dalam kesepakatan dengan team jaksa Amerika, Airbus – pabrik pembuat pesawat terbang sipil serta militer ke-2 paling besar di dunia – akui memakai penghubung sepanjang beberapa waktu untuk menyogok pejabat-pejabat pemerintah serta eksekutif maskapai penerbangan buat memenangi kontrak-kontrak yang benar-benar memberikan keuntungan di China serta beberapa negara lain.

Airbus, yang bertempat di Paris, tanda-tangani kesepakatan penuntutan yang dipending – atau deferred prosecution agreement – dengan Departemen Kehakiman Amerika tiga hari sesudah team jaksa federal AS menuduh perusahaan itu sudah melanggar UU Anti Penyuapan Petinggi Asing (FCPA) serta berkonspirasi untuk melanggar UU Pengaturan Export Senjata (AECA) serta ketentuan realisasinya.

Baca juga : YANG KONFIRMASI KETERLIBATAN B.I DI ALBUM BARU IKON, I DECIDE

Berdasar kesepakatan yang dipending itu, team jaksa setuju membatalkan masalah pada Airbus sepanjang perusahaan itu bersedia penuhi beberapa kriteria khusus.

Dakwaan suap pada Airbus itu datang dari penawaran serta pembayaran suap pada pejabat-pejabat asing, terhitung petinggi pemerintah China, demikian menurut persetujuan itu.

Pola suap di China itu menyertakan minimal tujuh eksekutif Airbus yang belum didapati identitasnya, terhitung dua petinggi China serta tiga entitas yang bertanggungjawab membuat ketetapan pembelian pesawat buat pemerintah China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *